Facebook Berencana Menghentikan Penyebaran Berita Palsu

Diposting pada

Penyebaran berita palsu di Facebook pada tahun 2016 ini telah menjadi masalah yang lebih besar dari sebelumnya. Facebook yang merupakan pusat platform di mana kebanyakan orang berbagi cerita, namun sayangnya sekarang ini banyak pengguna yang berbagi informasi tanpa melihat sumber yang jelas.

Berita Hoax di Facebook
Berita Palsu di Facebook

Perusahaan yang berpusat di Menlo Park, California, AS ini mengumumkan serangkaian langkah-langkah tegas untuk memerangi penyebaran berita palsu. Sebagai langkah wal Facebook menambah fitur yang akan memudahkan untuk melaporkan berita palsu.

Caranya cukup mudah yaitu dengan klik pada pojok kanan atas pos, dan Anda akan memiliki pilihan untuk melaporkan sebuah berita palsu. Selain itu Anda juga dapat mengirim pesan kepada orang yang membuat posting atau memblokir mereka.

Tapi kini Facebook bergerak lebih agresif bekerja sama dengan lembaga pihak ketiga bahkan identifikasinya beroperasi di bawah International Fact-Checking Network (IFCN) untuk memeriksa kode prinsip.

Facebook menggunakan laporan pengguna dan teknologi lain dan akan mengirimkan artikel yang berpotensi mengandung berita palsu ke IFCN untuk diperiksa. Jika terbukti palsu, sebuah postingan nantinya akan ditandai sebagai diperdebatkan dan akan tenggelam di feed berita Anda.

Selain itu, Facebook juga akan menyediakan link ke informasi yang lebih benar. jika sebuah postingan ditandai sebagai berita palsu ada kemungkinan seseorang untuk memilih mengabaikan atau melupakannya dari waktu ke waktu. Anda mungkin masih dapat berbagi berita yang berpotensi palsu, tetapi Anda akan mendapatkan peringatkan dari Facebook.

Artikel dengan isi berita palsu sering kali menjadi viral secara signifikan didasarkan dari judul saja tanpa memahami asal sumbernya. Facebook akan menguji penggunaan outlier yang dapat menunjukkan sebagai tanda berita palsu dan secara otomatis akan menenggelamkan postingan tersebut.

Meskipun semua cara sudah diterapkan namun Facebook tidak akan dapat mendeteksi semua berita palsu. Langkah tersebut memang sudah cukup bagus sebagai awal ke arah yang yang lebih baik, namun keterlibtan pengguna masih tetap dibutuhkan.

Berita Rekomendasi: