Beredar Kabar Indonesia Alami Gelombang Panas Equinox

Diposting pada

Pengguna WhatsApp baru saja dikejutkan dengan pesan berantai tentang gelombang panas equinox yang akan terjadi di Indonesia pada 20 Maret nanti. Peristiwa tersebut dikatakan dapat memicu suhu hingga mencapai 40 derajat celcius serta akan terjadi di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Gelombang Panas Equinox
Gelombang Panas Equinox

Kabar palsu tentang fenomena itu beredar secara cepat melalui WhatsApp, dengan himbauan supaya warga tetap di dalam rumah pada tanggal 20 Maret 2016 nanti karena suhu ekstrim akan terjadi.

Pesan hoax tersebut sempat menimbukan kepanikan karena berisikan nanda ancaman, suhu bisa mencapai 40 derajat Celcius sangat berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi hingga memicu stroke.

Gelombang Panas yang dikatakan akan terjadi pada tanggal 20 nanti itu sudah bisa dipastikan bohong. Pihak LAPAN juga telah membantah kabar tersebut, menurut Thomas Djamaluddin kabar tersebut sama sekali tidak benar dan tidak berdasar.

Informasi yang beredar tersebut sangat berlebihan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, karena peningkatan suhu tidak mungkin terjadi secara signifikan. Misalnya pada tanggal 20 nanti terasa panas, penyebabnya adalah awan mulai berkurang mengingat bulan ini adalah akhir dari musim hujan.

Fenomena equinox ini adalah sebuah peristiwa astronomi yang terjadi saat titik ekuator Bumi melintasi pusat Matahari dan biasanya akan terjadi 2 kali dalam 1 tahun. Bumi akan mengorbit matahari dalam bidang datar dan seolah-olah disematkan di tepi Matahari dan gelombang panas yang makin meningkat.

Apa sih penyebab gelombang panas tersebut? saat fenomena itu terjadi, selama setengah tahun sebagian belahan bumi akan sedikit menjauh dari matahari, sedangkan bagian lainnya akan sedikit mendekat ke arah matahari. Pada bulan Maret adalah titik dari tahun di mana bagian dari bumi terdekat dengan matahari adalah pada wilayah khatulistiwa.

Jika bumi tidak miring maka setiap hari akan terjadi equinox dan matahari akan selalu dekat dengan khatulistiwa. Jika itu terjadi maka dampaknya tidak akan ada musim dingin dan musim panas seperti sekarang ini.

Kabar gelombang panas berbahaya yang akan terjadi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia tersebut yang dikatakan dapat memicu stroke dan dehidrasi ini sama sekali tidak benar. Seiring berkembangnya teknologi, memang banyak kabar palsu yang dapat tersebar secara cepat tanpa bisa dipertanggung jawabkan, maka jangan mudah percaya jika mendapatkan informasi yang sumbernya tidak jelas.

Berita Rekomendasi: