China Luncurkan Satelit Dark Matter Pertama

Diposting pada

China berhasil meluncurkan satelit Dark Matter Partikel Explorer pertama yang disebut dengan DAMPE, satelit Dark Matter tersebut akan mengamati materi gelap yang ada di alam semesta dan berhasil diluncurkan pada kamis 17 Desember 2015.

Roket Long March 2-D Dark Matter Satellite
Roket Long March 2-D Dark Matter Satellite (sumber foto: rt.com)

Upaya ilmuan ruang angkasa China sukses dengan peluncuran pertama dari empat misi ilmiah yang direncanakan. Dark Matter Partikel Explorer naik ke ruang angkasa menggunakan roket Long March 2-D dari pusat peluncuran roket di Provinsi Gansu sekitar 08:12 waktu setempat.

Ini adalah sebuah misi yang menarik, karena beberapa teori memprediksi bahwa DAMPE memiliki kesempatan untuk mendeteksi materi gelap serta mengamati sinar kosmis dan energi tinggi sinar gamma. Peluncuran ini juga menandai komitmen baru China untuk misi ilmiah di ruang angkasa.

Materi gelap selama ini diyakini yang membuat sebagian materi di alam semesta, tapi itu tidak pernah terdeteksi secara langsung. Jika diamati pada materi yang terlihat dan struktur alam semesta keberadaannya disimpulkan dari efek gravitasi. DAMPE dirancang untuk mengamati arah masuk energi tinggi foton dan elektron yang terjadi ketika partikel kandidat materi gelap tersebut berinteraksi dengan partikel masif dan memusnahkannya.

Sementara itu, Payload satelit terdiri dari tumpukan detektor jalur silang tipis yang dirancang untuk menangkap sinyal yang dibuat oleh foton, elektron serta sinar gamma dan juga sinar kosmik. Menurut para ahli astrofisika dari Universitas Jenewa di Swiss yang berkolaborasi dalam desain detektor DAMPE ini, satelit itu diyakini akan berkontribusi pada pencarian materi gelap.

Proyek ini dimulai pada waktu pencarian yang intens untuk materi gelap, kata seorang ahli fisika dari Universitas Sheffield di Inggris yang juga mencari materi gelap. Dia mengatakan DAMPE akan melengkapi detektor berbasis ruang lainnya serta sebuah laboratorium yang berusaha untuk mendeteksi WIMPs secara langsung.

Kolaborasi DAMPE terdiri dari empat lembaga di bawah CAS, selain Space Science Center Nasional di Beijing yang juga terlibat dalam proyek ini adalah Universitas Sains dan Teknologi Cina di Hefei, Universitas Jenewa, dan Universitas Italia. Satelit ini akan memasuki orbit sinkron matahari pada ketinggian 500 kilometer.

Untuk mengetahui secara pasti apakah semua sistem tersebut bekerja dengan benar seperti yang direncanakan akan memakan waktu beberapa hari untuk mengkonfirmasinya. Kalibrasi detektor DAMPE akan memakan waktu sekitar 2 bulan dan baru melakukan pengamatan ilmiah mulai pada bulan Februari 2016 nanti.