DJI Hadirkan Teknologi Drone Untuk Pertanian

Diposting pada

Drone telah lama digunakan untuk tujuan militer, namun sekarang ini perusahaan teknologi asal China bernama DJI telah menciptakan Drone untuk keperluan pertanian. DJI merupakan perusahaan teknologi asal China yang didirikan oleh Frank Wang pada tahun 2006 dan berkantor pusat di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China.

Teknologi Drone Untuk Pertanian
Teknologi Drone Untuk Pertanian

DJI Ini adalah salah satu spesialis produsen kendaraan udara tanpa awak (UAV) salah satu produk drone dari DJI yang cukup terkenal adalah Phantom series. Agras MG-1 adalah pesawat tanpa awak dengan delapan rotor yang tahan debu serta tahan korosi dan dapat membawa muatan hingga 10 kg.

Drone tersebut dapat menyemprotkan cairan di area perkebunan seluas 3 hektar setiap jam serta 40 kali lebih efisien jika dibandingkan dengan penyemprotan manual. Selain memiliki delapan rotor, Drone Agras MG-1 juga memiliki tempat penyimpanan cairan yang berkapasitas hingga 10 kg.

Cairan itu dapat dialirkan melalui selang yang dapat diarahkan ke berbagai bagian sesuai dengan kebutuhan. Drone ini diklaim oleh DJI mampu menyemprot tanaman pada area 3 sampai 4 hektar setiap jamnya.

Drone Agras MG-1 juga telah dilengkapi sistem radar yang berbasis gelombang mikro yang dapat berungsi menjaga jarak antara tanaman dengan drone sehingga dapat melakukan penyemprotan cairan secara tepat.

Drone Agras MG-1 dapat terbang dengan kecepatan hingga 8 meter perdetik dan dapat digunakan dalam beberapa pilihan mode yakni pada mode semi otomatis, mode otomatis, dan juga mode manual. Teknologi drone untuk pertanian ini diharapkan dapat memberikan kemajuan di bidang pertanian.

Agras MG-1 rencananya akan dijual di pasar China dan Korea Selatan dengan harga $ 15.000 atau sekira Rp 200 jutaan. Sayangnya hingga saat ini belum dapat diketahui kapan teknologi drone untuk pertanian ini akan tersedia di negara lain termasuk di Indonesia.