Ditemukan Planet Layak Huni Mirip Bumi

Diposting pada

Penemuan planet baru bernama Kepler-22b yang diperkirakan layak dihuni tersebut telah dikonfirmasi oleh ilmuwan dari nasa NASA. Planet Kepler-22b adalah planet yang mengorbit di zona habitasi bintang seperti halnya matahari, Kepler-22b terletak pada jarak 600 tahun cahaya dari Bumi.

Kepler 22b Planet Layak Huni Mirip Bumi
Kepler 22b Planet Layak Huni Mirip Bumi

Dengan radius sekitar 2,4 kali Bumi para astronom mencatat setelah penemuannya pada tahun 2011 lalu dan diungkapkan bahwa suhu planet terserbut hampir sama dengan Bumi yang perkirakan 72 derajat Fahrenheit atau 22 derajat Celcius.

Planet tersebut lebih besar dari Bumi dan para astronom memuji penemuan tersebut sebagai langkah untuk tujuan dari menemukan planet dalam zona habitasi bintang. Menurut NASA exoplanet arsip Kepler-22b mengorbit bintang setiap 290 hari dan sekitar 0,85 jarak Bumi-Matahari.

Planet baru tersebut memiliki kerapatan yang hampir mirip dengan batu dan diperkirakan mempunyai lingkungan yang hampir mirip dengan Bumi, selain itu properti lainnya juga berada dalam kisaran yang sama seperti planet kita. Sebuah planet yang bisa dikategorikan layak untuk ditempati tidak hanya tergantung pada jarak dari bintang, tetapi juga pada hal-hal seperti variabilitas bintang dan apakah planet ini memiliki suasana yang ramah bagi mahluk hidup.

Kepler-22b ditemukan menggunakan alat pencari planet bernama teleskop Kepler, yang diluncurkan pada bulan Maret 2009 dan menyimpulkan misi planet utamanya empat tahun kemudian setelah dua dari empat perangkat penunjuk yang sempat gagal.

Pada akhir 2013 NASA sedang mempertimbangkan untuk menyempurnakan fungsi teleskop tersebut dengan harapan dapat digunakan untuk mencari planet lagi dengan hasil yang lebih baik. Kemudian teleskop tersebut berhasil mendeteksi ribuan planet yang salah satunya termasuk Kepler-22b tersebut.

Dengan memantau penurunan cahaya dari bintang yang terjadi ketika planet lewat di depan bintang dari perspektif bumi. Proses ini disebut metode transit yang bertentangan dengan metode kecepatan radial yang memungkinkan untuk melihat bagaimana bintang bergetar sebagai orbit planet di sekitarnya.

Teleskop Kepler tersebut mampu mendeteksi planet pada saat transit dan penemuan Planet Kepler-22b ini akhirnya menjadi sebuah penemuan pertama dengan hasil yang sangat menggembirakan. Dan hal tersebut terjadi hanya berselang tiga hari setelah manajer misi mengatakan teleskop telah siap untuk memulai pengamatan kembali.

Berita Rekomendasi: